Breaking News
Wahai Para Muslimah, Jadilah Engkau Bidadari Dunia dan Bidadari Surga

Wahai Para Muslimah, Jadilah Engkau Bidadari Dunia dan Bidadari Surga

[ad_1]

Sahabat ummi, sebagai seorang muslimah yang baik, tentu kita memiliki keinginan atau cita-cita yang mulia untuk bisa menjadi bidadari surga kelak di akhirat. Namun, Allah telah menentukan, muslimah-muslimah yang seperti apakah yang pantas menjadi bidadari surga.

Barangkali kita bisa mencontoh sikap dan suri teladan dari Siti Khadijah, istri Rasulullah SAW. Siti Khadijah memang telah ditakdirkan oleh Allah SWT menjadi seorang bidadari dunia agar bisa dijadikan contoh bagi seluruh kaum wanita di dunia hingga akhir zaman, agar kelak bisa menggapai surga-Nya. Sebelum seorang wanita itu dijadikan bidadari surga, ia sudah menunjukkan ciri-ciri dan kekhasannya sebagai seorang muslimah yang sejati di dunia, sehingga ia pun dapat dikatakan sebagai bidadari surga.

Bidadari dunia adalah bidadari yang senantiasa berada dalam keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT dan sunnah Rasul-Nya. Ia senantiasa taat dan ridho kepada Allah dan Rasul-Nya, menjaga shalatnya, puasanya, wudhunya, menjaga hatinya dengan Al Qur’an, serta mau menebarkan rejeki untuk orang-orang yang membutuhkan, menebarkan kebaikan yang terpancar indah dari cahaya wajahnya, sehingga ia lebih utama dan mulia ketika disandingkan dengan bidadari di surga yang menyebabkan bidadari surga pun cemburu padanya. Subhannallah.

Bercermin dari Siti Khadijah ra. wanita pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, sosok bidadari dunia dan bidadari surga ini banyak membantu dan memperteguhkan tekad Rasulullah SAW dalam melaksanakan risalah dakwah. Ketabahan, kesabaran dan kemuliaan Siti Khadijah terpancar indah dari segala tingkah laku dan budi pekertinya yang begitu mulia. Beliau adalah seseorang yang memiliki sosok istri yang setia mendampingi Rasulullah, senantiasa berusaha meringankan kepedihan hati dan menghilangkan keletihan serta penderitaan yang dialami oleh suaminya dalam menjalankan dakwah.

Beliau adalah sumber kekuatan yang berada di belakang Rasulullah. Benarlah seperti kata pepatah; “Dibalik kesuksesan seorang suami, di belakangnya ada istri yang hebat”, Subhanallah. Inilah keistimewaan dan keutamaan Khadijah dalam sejarah perjuangan Islam, dan patut dijadikan suri teladan bagi kaum wanita saat ini. 

Tidak mudah untuk bisa menjadi seorang muslimah yang baik dan shalihah sebagaimana layaknya Siti Khadijah ra. Perilaku kaum wanita di dunia sudah banyak terjerumus ke dalam lembah kenistaan dan rendahnya harga diri wanita. Mayoritas wanita muslim khususnya di Negara Indonesia yang tercinta ini sudah banyak yang lari dari ketentuan-ketentuan dan syariat Islam yang lurus. Hal ini ditunjukkan begitu banyaknya para kaum wanita, terutama remaja, dewasa bahkan wanita yang hampir berusia lanjutpun menunjukkan sikap dan tingkah laku yang jauh dari tuntunan Rasulullah SAW.

Berbicara dan bersenda gurau dengan kaum pria sudah dianggap biasa. Membuka aurat sudah menjadi pemandangan biasa. Ada juga para wanita yang memakai hijab atau jilbab, namun tidak seluruh pakaian yang dikenakannya sesuai dengan syariah Islam. Bahkan dengan maraknya media sosial di dunia maya, banyak kaum wanita yang lebih suka mengeksploitasi dirinya melalui fenomena berselfie ria di internet. Nauzubillah. Lebih daripada itu fenomena yang terjadi sekarang ini juga bisa diakibatkan oleh bebasnya media masa mempertonton dan mengeksploitasi para wanita ibarat barang konsumtif yang laris untuk diperjual belikan. Sangat disayangkan, para wanita seperti ini telah dikatakan oleh Rasulullah tidak akan pernah tersentuh oleh surga. Bahkan bau surga pun tidak tercium olehnya. Ia akan menjadi penghuni neraka.

Oleh sebab itu, sebagai seorang muslimah atau sebagai ibu rumah tangga sudah selayaknya memahami, memaknai dan mencoba belajar memperbaiki akhlak, sikap, penampilan maupun perilakunya selama hidup di dunia. 

10 Kriteria wanita muslimah yang bisa menjadi bidadari dunia dan bidadari surga seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an di bawah ini, sudah harus mulai kita terapkan, yaitu;

1. Beriman kepada Allah SWT

Iman adalah sesuatu yang menjadikan pengawasan Allah SWT lebih dekat kepada seseorang daripada urat lehernya. Seorang wanita bisa dikatakan bidadari dunia jika ia senantiasa beriman dan selalu mengingat Allah SWT, baik pada saat seorang diri maupun bersama, saat dalam keadaan sulit maupun saat dalam keadaan gembira. Sehingga ia tidak akan tergoda untuk berbuat sesuatu hal yang dilarang oleh Allah maupun Rasul-nya.

2. Berdiam diri di rumah dan tak bertabaruj (bersolek untuk orang lain)

Ciri bidadari dunia atau surga yang kedua adalah berdiam diri di rumah dan tidak bertabaruj. Ya, wanita solehah diharuskan berdiam diri di rumah. Jika ingin ke luar rumah, terlebih dahulu harus meminta izin dari suaminya. Dalam berpakaianpun ia akan senantiasa menutup auratnya rapat-rapat. Sehingga tidak mudah diganggu maupun dilihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya. 

Sementara itu, tabaruj dapat diartikan sebagai perbuatan bersolek untuk orang lain. Sebagai seorang wanita yang sudah menikah, maka diharuskan bersolek hanya untuk suaminya.

3. Menundukkan pandangan dan menjaga dirinya

Menundukkan pandangan dan menjaga diri adalah ciri bidadari surga yang ketiga. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 31 yang berisi anjuran bahwa wanita beriman hendaknya menahan pandangan dan kemaluannya. Selain itu, berisi perintah untuk tidak memperlihatkan perhiasannya, kecuali yang boleh diperlihatkan.

4. Menjaga lisan dari ghibah dan namimah

Ciri bidadari surga yang keempat adalah mampu menjaga lisan dari perbuatan ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba). Dalam Al-Quran Surat Al-Hujuraat ayat 12, Allah SWT menyuruh para wanita untuk menjauhi sifat kecurigaan atau berburuk sangka, karena itu adalah dosa. Jangan pula kaum wanita mencari-cari kejelekan orang lain dan jangan menggunjingkan orang lain.

Perumpamaan orang yang ghibah adalah memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati. Sangat menjijikkan, bukan? Oleh sebab itu, kita hindari perbuatan ghibah. Jadi sosok bidadari dunia dan bidadari syurga itu adalah senantiasa menjaga lisannya, selalu berprasangka baik dan tidak suka membicarakan kelemahan orang lain.

5. Menjaga pendengarannya dan lisannya dari ucapan kotor, nyanyian, dan sejenisnya

Wanita yang ingin menjadi bidadari surga hendaknya menjaga pendengarannya dari ucapan-ucapan kotor, nyanyian, dan sejenisnya. Ia senantiasa mengucapkan kata-kata yang baik dalam berbicara dengan orang lain. Dan menjaga mata, telinga dan hatinya dengan selalu membaca atau mendengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an. Jika ia telah bersuami, ia tidak akan menyakiti hati suaminya melalui lisannya. Berkata lemah lembut dan menyejukkan hati suaminya.

6. Hormat dan taat kepada suaminya

Jika ingin menjadi bidadari surga, maka para istri harus menghormati dan taat kepada suaminya, menunaikan haknya, berupaya membuatnya tentram dan damai, serta mentaatinya dalam keataan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Ia selalu bersabar dalam menghadapi suaminya. Dan senantiasa memberikan dukungan dan kekuatan kepada suaminya ketika suaminya mengalami kesulitan dalam berjuang menuju ridho Allah. Bagi yang belum menikah, ia senantiasa berkata lemah lembut, berbakti dan taat kepada kedua orangtuanya. 

7. Hemat dalam menjalani hidup

Ciri bidadari surga yang ketujuh adalah hemat menjalani hidup, tidak boros dalam hal pakaian, makanan, dan tempat tinggal. Hendaknya, wanita muslimah menginfakkan kelebihan harta yang dimilikinya di jalan Allah. Perlu diingat bahwa orang yang boros itu adalah saudaranya setan. Ia senantiasa hidup sederhana dan menyukai kebersihan, sehingga kesederhanaan terpancar indah dari gaya hidup dan penampilannya membuat suaminya tenang berada di dekatnya.

8. Tidak menyerupai laki-laki

Bidadari dunia maupun bidadari surga tidak pernah menyerupai kaum pria dalam bentuk apa pun. Karena ia memahami bahwa Allah SWT melaknat para perempuan yang menyerupai kaum laki-laki.

9. Menjaga shalat, puasa, dan sedekah

Wanita calon bidadari surga selalu berupaya menjaga ibadah shalat, puasa, dan sedekah sunnahnya. Ia tidak akan melakukan suatu pekerjaan sia-sia, kecuali sesuatu itu adalah pekerjaan bermanfaat bagi orang lain, maupun dirinya sendiri. Dan pekerjaan itu dilakukannya semata-mata karena mengharapkan keridhaan Allah SWT.

10. Senantiasa menyeru kepada kebaikan

Bidadari surga mampu menjadi da’i di kalangan para kaum wanita. Dirinya selalu menyeru kepada kebaikan dan menjauhi segala kemungkaran. Dimanapun ia berada, ia ibarat cahaya yang memberikan penerangan bagi orang-orang di sekelilingnya, sehingga terhindar dari hal-hal yang membawa kepada kemaksiatan.

Sudah saatnya kaum wanita di dunia selama hidupnya mulai membenahi diri, agar bisa memenuhi sifat-sifat yang menjadi 10 ciri utama agar bisa menjadi bidadari syurga. Bila 10 sifat ini telah ada pada diri seorang wanita, ia akan memperoleh khabar gembira karena Allah telah menjanjikannya syurga yang begitu mulia, bahkan ia pun bisa dikatakan sebagai bidadari dunia dan calon ratu bagi bidadari di syurga. Aamiin.

(http://www.ummi-online.com/detailpost/wahai-para-muslimah-jadilah-engkau-bidadari-dunia-dan-bidadari-surga)

[ad_2]

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*